Menabur “Investor Semut” di Ladang UKM

Bagi Ir. Siswanda Harso Sumarto, MPM, krisis ekonomi dunia bukanlah persoalan pelik. Menurutnya, krisis merupakan sebuah risiko yang harus dihadapi oleh setiap orang yang hidup dalam sebuah tatanan ekonomi. Yang penting, adalah bagaimana agar setiap orang bisa bertahan dalam menghadapi krisis ekonomi. 
 
Ayah empat anak itu mengatakan, kuatnya tatanan ekonomi ditentukan oleh sesolid apa sistem ekonomi yang dibangun untuk menopangnya. Dan Indonesia sebenarnya memiliki perekat yang kuat untuk sistem ekonominya, yaitu usaha kecil dan menengah.
 
Siswanda, yang ahli kebijakan publik dan good corporate governance lulusan Flinders University Australia, menjelaskan, tatanan ekonomi Indonesia akan rapuh jika usaha kecil dan menengah tidak ditempatkan di barisan depan dalam sistem ekonomi nasional. 
 
Dia memberi contoh, pada saat krisis ekonomi melanda Indonesia tahun 1997, UKMK (usaha kecil, menengah, dan koperasi) bertahan dan menjadi penggerak ekonomi negara ini. Karena itu, dia yakin, dalam krisis ekonomi global yang akan menghantam Indonesia saat ini, UKMK pun akan menjadi penopang perekonomian negara ini. 
 
Suami dari Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, PhD ini punya resep, agar UKMK eksis dan berkembang. Caranya, kata dia, dengan menyemai ”investor semut.” Investor semut, adalah istilah yang digunakan Siswanda untuk menyebut investor kecil-kecil namun meluas di berbagai aspek dan tersebar diberbagai tempat. Investor semut itulah yang akan menjadi stimulan dan mendorong partisipasi pelaku UKMK dalam mengembangkan usahanya, dan menjalani kemitraan dengan usaha bersakala sama maupun dengan industri yang lebih besar. 
 
Siswanda telah melakukan penyemaian itu, dan akan terus dilakukannya. Bidang yang digelutinya antara lain, budidaya jamur, rekayasa energi biogas, teknik kompos, dan pupuk organik. 
 
“Pola pendampingan dan pembangunan kapasitas kewirausahaan di sektor tersebut merupakan inti dari gerakan ini. Daripada menunggu investor besar masuk, lebih baik menciptakan investor semut yang jelas-jelas akan langsung menggerakkan dinamika ekonomi rakyat secara langsung,” kata Siswanda, yang juga calon anggota DPR RI nomor urut 2, dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk daerah pemilihan Kab. Bandung dan Bandung Barat.
 
Siswanda memberi contoh, ”..daripada uang Rp 5 milyar untuk bangun 1 pabrik yang mungkin hanya mempekerjakan 50 orang dan mungkin baru setelah dua tahun mulai beroperasi. Sekarang coba kalau Rp 5 juta diberikan kepada 1000 orang, dan setiap orang yang diberi uang itu menjadikanya modal usaha, maka akan lahir 1000 orang yang bisa memberdayakan tatanan ekonomi kekeluargaan. Bahkan bisa memberi peluang untuk melahirkan usaha baru ini di kampungnya.
 
”Contoh lain misalnya untuk mendorong tenaga kerja mandiri. Jika uang Rp 5 milyar tadi digunakan oleh 1000 orang masingmasing Rp 5juta untuk ongkos berangkat kerja keluar negri oleh TKI. Maka tidak perlu menunggu dua tahun, bisa jadi hanya dalam jangka kurang 5 bulan investasi ini sudah pulang pokok, dan bahkan bulan-bulan berikutnya sudah bisa mengalir kiriman dari TKI ke keluarganya yang bisa menjadi modal usaha, alias tercipta pengusaha baru. Jadi, gerakan mencipta sejuta pengusaha baru yang saya gaungkan itu bukan hal yang musykil” lanjut Siswanda.
 
“Investasi yang dibutuhkan hanya Rp 5 miliar, tapi akan menciptakan 1000 pengusaha baru atau sumber daya manusia mandiri. Ini hanya contoh sederhana dan rakyat bisa langsung merasakan dampaknya. Poinnya memberikan efek peningkatan taraf hidup layak baik dari segi pendidikan, kesehatan dan yang lainnya, dengan cara memandirikan rakyat kecil potensial menjadi ”investor semut” kata Siswanda bersemangat. 
 
Formula pengembangan investor Semut yang digagasnya, bukan hanya isapan jempol belaka, bukan juga program instan. Gagasan-gagasan dalam program pengembangan di sektor usaha UKMK ini telah menjadi perhatiannya sejak dia duduk di bangku kuliah, sekitar tahun 80-an. Semenjak menjadi Ketua Umum Koperasi Kesejahteraan Bandung (KKMB) dan menjadi dewan pengurus DEKOPIN Wilayah Jawa Barat, cara pandangnya terhadap tatanan ekonomi mulai berubah. 
 
“Rakyat merupakan komponen terpenting dalam pengembangan tatanan ekonomi. Sistem ekonomi yang sehat adalah sistem yang membuka dan melibatkan partisipasi rakyat,” kata Siswanda. 
 
Kematangannya dalam mengembangkan berbagai model pendampingan dan pelatihan terhadap pengembangan UKMK tidak diragukan lagi. Berbagai pengalaman dia miliki. Mulai dari professional yang memberikan arahan pada berbagai perusahaan dan BUMN, sampai pada kiprahnya sebagai aktivis yang terus melakukan pemberdayaan.
 
Sejak 1994, Siswanda menekuni dunia konsultan melalui PT. TesaputraAdiguna. Melalui perusahaan itu dia memberikan banyak konsultansi dan saran, antara lain untuk Perum Otorita Jatiluhur, Perum Kereta Api, PT Pos Indonesia dan PT Telkom. Saran yang dia berikan meliputi bidang procurement, logistik, pemberlakuan sistem merit untuk pembangunan SDM, dan pengembangan sistem informasi/ICT. Selain memberikan asistensi untuk BUMN, dia juga aktif memberikan masukan bagi Departemen Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk penataan kebijakan dan peningkatan kapasitas Koperasi dan UKM, untuk diimplementasikan di berbagai kabupaten/kota di Indonesia. 
 
Kiprahnya dalam memperkuat usaha kecil menengah, bukan hanya memberi pendampingan langsung pada pelaku usaha. Namun, secara konkrit melakukan pengawalan terhadap berbagai kebijakan yang berdimensi terhadap publik. Salah satunya ketika menjadi ’komandan’ ketika kerjasama LPM ITB dengan Departemen Koperasi/UKM menjalankan program Jaring Pengaman Sosial krisis 98 berupa pemberian dana bergulir bagi 1000 lembaga-lembaga ekonomi produktif mandiri di masyarakat yang tersebar di 100 kabupaten/kota di Indonesia.
 
Untuk mendorong adanya reformasi tata pemerintahan, dia mendirikan Bandung Trust Advisory Group (B-Trust) pada tahun 2001. Melalui B-Trust, Siswanda aktif mendorong reformasi sistem perizinan, reformasi pengadaan barang dan jasa publik, penerapan regulatory impact assessment, serta perubahan kebijakan lain dalam rangka menciptakan iklim usaha yang sehat. 
 
Dia juga terlibat dalam pendampingan untuk perbaikan pelayanan publik pada berbagai pemerintah daerah, diantaranya Pemerintah Kota Surakarta, Kabupaten Bulungan Kalimantan Timur, Kabupaten Rote Ndao dan Kota Kupang Nusa Tenggara Timur, Propinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Wakatobi dan Kota Kendari. 
 
Melalui kegiatan konsorsium konsultannya, Siswanda saat ini menjadi advisor untuk kegiatan pengembangan kapasitas pemerintah daerah di Kabupaten Wonogiri, Kota Bau-Bau, Kabupaten Buton, dan Kabupaten Tapanuli Tengah. 
 
Ketika ditanya tentang harapan pengembangan UKMK di Kab. Bandung dan Bandung Barat, Kang Sis –begitu panggilan akrabnya- - dengan semangat menjelaskan, sektor UKMK ini merupakan “tambang emas” yang akan menjadi dinamika penggerak tatanan ekonomi di kedua daerah ini.
 
Dalam pandangannya, berbagai peluang usaha, baik yang sudah ada maupun masih yang bersifat benih, tumbuh subur di kedua daerah ini. Peluang usaha itu ada di bidang pertanian, kerajinan, makanan olahan, jasa, konveksi dan banyak lagi. “Berbagai pendampingan sedang kita garap di kedua daerah ini. Termasuk sosialisasi jenis usaha baru hasil penemuaan teman-teman saya, yang mengembangkan teknologi tepat guna bagi masyarakat siap kita luncurkan,” katanya.
 
Previous Next
  • 1
  • 2
Kang Sis Soroti Tingginya Kematian Ibu-Bayi Bandung – Calon Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional, Siswanda HS, menyoroti masih minimnya... Read more
Kang Sis, Dekat dengan Masyarakat Desa Bandung – Krisis ekonomi dunia bukanlah persoalan pelik, sebab krisis merupakan sebuah resiko yang... Read more
Siswanda dan Reformasi Pengadaan Barang dan Jasa Bersama lembaga Bandung Trust Advisory Group yang dipimpinya, Kang Sis telah banyak membantu... Read more
Siswanda dan Pembangunan Infrastruktur Desa Sejak dua tahun yang lalu, Kang Sis telah berhasil menfasilitasi aspirasi dan memperjuangkan... Read more
Pilih yang Ahli dan Peduli Demokrasi adalah istilah yang sangat populer. Dalam wacana politik Indonesia kontemporer,... Read more
Menabur “Investor Semut” di Ladang UKM Bagi Ir. Siswanda Harso Sumarto, MPM, krisis ekonomi dunia bukanlah persoalan pelik. Menurutnya,... Read more
Cara Hetifah Mendedikasikan Hidupnya Dr. Ir. Hetifah, MPP adalah mantan aktivis kampus dan lama bergelut dalam berbagai organisasi... Read more
Hatta Rajasa: PAN Siap Bayar Sendiri Saksi Pemilu Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa mengatakan kesiapan partainya membayar saksi dalam... Read more