Pilih yang Ahli dan Peduli

Demokrasi adalah istilah yang sangat populer. Dalam wacana politik Indonesia kontemporer, popularitas demokrasi bahkan tidak tersaingi (Gaffar, 2007). Demokrasi didambakan semua orang, terutama yang memiliki kesadaran politik, untuk bisa terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Mereka percaya bahwa demokrasi akan lebih banyak membawa maslahat. Padahal, menurut Huntington (1996), di samping bisa menjadi jawaban atas persoalan otoriterianisme, demokrasi pun dapat menumbuhkan inefisiensi (pemborosan) dan ketidakpastian. 
 
Untuk itulah, pemilu langsung sebagai turunan dari sistem demokrasi Indonesia acap digugat berbagai pihak, khususnya yang rajin mencermati proses politik dan perhelatan demokrasi di Indonesia. Gambaran pemilu yang ideal (bebas, jujur, adil, dan kompetitif) yang melahirkan wakil-wakil rakyat serta pemimpin yang amanah dihadapkan kenyataan perilaku caleg¬caleg serta kandidat yang tidak mencerminkan itikad untuk membangun kesadaran, kejujuran, keadilan, dan akuntabilitas. 
 
Namun, pemilu 2014 tetap menjadi mekanisme terbaik saat ini yang harus dilanjutkan dan dijalani. Masyarakat tetap harus terus belajar memilih calon pemimpin terbaik. 
 
Terbitnya amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang penetapan anggota legislatif melalui suara terbanyak, mengisyaratkan tegas bahwa pemilu kali ini masyarakat tidak memilih partai, tapi fokus kepada figur atau sosok-sosok calon wakilnya di lembaga legislatif. 
 
Dalam terminologi arab, pemimpin direpresentasikan sedikitnya ke dalam 3 kalimah (kata). Masing-masing kata mewakili sifat atau karakteristik tertentu dari pemimpin. Pertama Ra’in (penggembala) yang bermakna pemimpin harus dapat memfasilitasi yang dipimpinnya untuk menemukan jalan dan tempat meraih tujuan, menjaga serta melindungi. Kedua Amiir (pengelola, administratur) yang berarti memiliki kapasitas, pengalaman serta kecakapan mengelola urusan-urusan, publik maupun privat. Dan yang ketiga Waliy (wakil, teman) yang diterjemahkan merakyat, sensitif, responsif terhadap aspirasi yang dipimpinnya. 
 
Melalui standar atau kriteria sederhana di atas, masyarakat dapat menyaring calon-calon pemimpin hingga mendapatkan pemimpin yang pantas. Kenali sang calon atau kandidat. Pelajari latar belakang, pengalaman, keahlian serta aktivitasnya yang menggambarkan kepedulian terhadap publik. Hindari pemikiran instan atau pragmatisme sempit seperti memilih nu asal kahartos, karaos, jeung gede artos. Mewujudkan demokrasi yang persis kita dambakan dapat dimulai dengan menempatkan wakil-wakil rakyat yang memiliki latar belakang keahlian dan kepedulian. 
 
Dengan begitu, hasil yang kita peroleh akan sesuai dengan biaya mahal yang negara (baca: kita) keluarkan untuk menyelenggarakan sebuah pemilu. Dan kita dapat menyongsong gelaran pesta demokrasi dengan harapan pemilu 2014 membawa berkah, tidak musibah. Jika bukan kita yang memulai, siapa lagi?
 
Previous Next
  • 1
  • 2
Kang Sis Soroti Tingginya Kematian Ibu-Bayi Bandung – Calon Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional, Siswanda HS, menyoroti masih minimnya... Read more
Kang Sis, Dekat dengan Masyarakat Desa Bandung – Krisis ekonomi dunia bukanlah persoalan pelik, sebab krisis merupakan sebuah resiko yang... Read more
Siswanda dan Reformasi Pengadaan Barang dan Jasa Bersama lembaga Bandung Trust Advisory Group yang dipimpinya, Kang Sis telah banyak membantu... Read more
Siswanda dan Pembangunan Infrastruktur Desa Sejak dua tahun yang lalu, Kang Sis telah berhasil menfasilitasi aspirasi dan memperjuangkan... Read more
Pilih yang Ahli dan Peduli Demokrasi adalah istilah yang sangat populer. Dalam wacana politik Indonesia kontemporer,... Read more
Menabur “Investor Semut” di Ladang UKM Bagi Ir. Siswanda Harso Sumarto, MPM, krisis ekonomi dunia bukanlah persoalan pelik. Menurutnya,... Read more
Cara Hetifah Mendedikasikan Hidupnya Dr. Ir. Hetifah, MPP adalah mantan aktivis kampus dan lama bergelut dalam berbagai organisasi... Read more
Hatta Rajasa: PAN Siap Bayar Sendiri Saksi Pemilu Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa mengatakan kesiapan partainya membayar saksi dalam... Read more