Kang Sis, Dekat dengan Masyarakat Desa

Bandung – Krisis ekonomi dunia bukanlah persoalan pelik, sebab krisis merupakan sebuah resiko yang harus dihadapi oleh setiap orang yang hidup dalam sebuah tatanan ekonomi.
 
Hal itu diungkapkan Ir. Siswanda HS, MPM atau Kang Sis saat berada di tengah-tengah masyarakat Situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Menurut Siswanda yang penting, adalah bagaimana agar setiap orang bias bertahan dalam menghadapi krisis ekonomi.
 
Dengan santai, Caleg DPR-RI dari Partai Amanat Nasional Dapil 2 Kabupaten Bandung dan Bandung Barat itu “ngariung balakecrakan” bersama warga setempat. Dan memang, Kang Sis sangat dekat dengan warga pedesaan, sehingga tak heran warga desa menyenanginya.
 
Sebelum obrolan dimulai Kang Sis bersama warga terlibat kerja bakti, diakhiri dengan mincing ikan.masih belum cukup, Kang Sis bersama-sama memasak dan makan bersama, suasana pun begitu akrab. “Kuatnya tatana ekonomi ditentukan oleh sesolid apa system ekonomi yang dibangun untuk menopangnya. Dan Indonesia sebenarnya memiliki perekat yang kuat untuk system ekonominya, yaitu usaha kecil dan menengah,” ujar ayah empat anak itu.
 
Siswanda memang dikenal sebagai ahli Kebijakan Publik dan Good Corporate Government lulusan Flinders University Australia. Tak heran ia faham masalah-masalah yang dihadapi infratsruktur desa. “Tatanan ekonomi Indonesia akan rapuh jika usaha kecil dan menengah tidak ditempatkan di barisan depan dalam system ekonomi nasional,” paparnya.

Mempunyai nama lengkap Ir. Siswanda Harso Sumarto, MPM, ia adalah mantan aktivis kampus diantaranya pernah menjabat sebagai Presidium Himpunan Mahasiswa Elektronik ITB (1980-1981) dan Ketua Koperasi Kesejahteraan Mahasiswa Bandung (KKMB) sekaligus pengurus Dewan Koperasi Indonesian wilayah Jawa Barat.
 
Kang sis adalah sosok yang selalu menginspirasi kaum muda untuk berkarya dan melakukan kreatifitas. Sejak lulus dari pendidikan ITB, Kang Sis terpanggil untuk melakukan  berbagai hal di bidang social, kesehatan, pendidikan, lingkungan dan wira usaha.
 
“Kita harus memperkuat ketahan pangan dan energy, mengentaskan rakyat dari belitan rentenir serta menyelamatkan air dan lingkungan untuk anak cucu kita. Sebuah gagasan dan cita-cita harus didukung oleh kebijakan politik,” imbuhnya.
 
Sebagai pengusaha ia mengarahkan pendulum bisnisnya kearah pemberdayaan ekonomi rakyat. Sehingga teman-temannya banyak yang mengolok-olok sebagai insinyur elektro jurusan arus ekonomi lemah.
 
Tahun 2010 pernah mencalonkan diri jadi Cawabup Kabupaten Bandung yang dikenal denga tag “Sorban Hejo”. Meski tak terpilih ia terus aktif mendorong prakarsa “penciptaan sejuta pengusaha baru dengan mendarma baktikan keahliannya untuk mengembangkan tehnologi tepat guna dan pelatihan usaha peningkatan pendapatan [etani/non petani seperti budidaya jamur, rekayasa energi biogas, teknik kompos/pupuk organic dan sebagainya. Ia juga aktif diberbagai organisasi diantaranya: Dewan Koperasi Indonesia (eks Majelis Pakar), bandung Trust Advisory Group (Direktur Senior), Yayasan Persaudaraan Aceh-Jawa Barat (Ketua), “Ibnu Sina” Islamic Fullday School (Pendiri, Mantan Ketua), Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia Selatan (Mantan Ketua) dan KOmisaris/Direktur di beberapa perusahaan. Saat ini beliau adalah ketua PikraBara dan Wakasekjen DPP PAN.
 
Dalam merintis karir, Kang Sis melakukan penyemain itu, dan akan terus dilakukannya. Bidang yamng digelutinya antara lain, budidaya jamur, rekayasa energy biogas, teknik kompos dan pupuk organic.
 
Suami dari Ir.Hetifah Syaifudian, MPP, PhD ini punya resep, agar UKMK eksis dan berkembang. Caranya , kata dia, dengan menyemai “investor semut”. Investor semut, adalah istilah yang digunakan Siswanda untuk menyebut investor kecil-kecilan namuin meluas diberbagai tempat. Investor semut itulah yang akan menjadi stimulant dan mendorong partisipasi pelaku UKMK dalam mengembangkan usahanya, dan menjalani kemitraan dengan usaha berskala sama maupun dengan industri yang lebih besar.
 
“Rakyat merupakan komponen terpenting dalam pengembangan tatanan ekonomi. Sistem ekonomi yang sehat adalah system yang membuka dan melibatkan partisipasi rakyat,” ungkap Siswanda.
 
Ketika ditanya tentang harapan pengembangan UKMK di Kab. Bandung dan Bandung Barat, Kang Sis dengan semngat menjelaskan, sector UKMK ini merupakan “tambang emas” yang akan menjadi dinamika penggerak tatanan ekonomi di kedua daerah ini (*/nto)
 
Sumber: Radar Bandung, edisi Rabu 26 Maret 2014, Halaman 3
Previous Next
  • 1
  • 2
Kang Sis Soroti Tingginya Kematian Ibu-Bayi Bandung – Calon Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional, Siswanda HS, menyoroti masih minimnya... Read more
Kang Sis, Dekat dengan Masyarakat Desa Bandung – Krisis ekonomi dunia bukanlah persoalan pelik, sebab krisis merupakan sebuah resiko yang... Read more
Siswanda dan Reformasi Pengadaan Barang dan Jasa Bersama lembaga Bandung Trust Advisory Group yang dipimpinya, Kang Sis telah banyak membantu... Read more
Siswanda dan Pembangunan Infrastruktur Desa Sejak dua tahun yang lalu, Kang Sis telah berhasil menfasilitasi aspirasi dan memperjuangkan... Read more
Pilih yang Ahli dan Peduli Demokrasi adalah istilah yang sangat populer. Dalam wacana politik Indonesia kontemporer,... Read more
Menabur “Investor Semut” di Ladang UKM Bagi Ir. Siswanda Harso Sumarto, MPM, krisis ekonomi dunia bukanlah persoalan pelik. Menurutnya,... Read more
Cara Hetifah Mendedikasikan Hidupnya Dr. Ir. Hetifah, MPP adalah mantan aktivis kampus dan lama bergelut dalam berbagai organisasi... Read more
Hatta Rajasa: PAN Siap Bayar Sendiri Saksi Pemilu Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa mengatakan kesiapan partainya membayar saksi dalam... Read more